Hampir Tiga Tahun Kejari Pesawaran Belum Memberikan Kejelasan Terkait Ijazah Palsu,"Ada Apa"

 


Mediafakta.id l Pesawaran l Lampung – Sejak tahun 2022 telah di laporkan terkait  permasalahan aparatur desa Pekondoh, Kecamatan Waylima, Kabupaten Pesawaran yang di duga menggunakan Ijazah Palsu hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak kejakasaan negeri hingga saat ini di awal tahun baru 2025.

Dugaan Penggunaan Ijazah palsu itu antara lain Sunarno, Adi Susanto, M. Amri, dan Nasrudin. Mereka menerima gaji dari negara berdasarkan pemberkasan yang diduga tidak sah.  

"Mereka tidak berhak menerima gaji tersebut, sehingga gaji yang telah diterima wajib dikembalikan kepada negara karena itu bukan hak mereka," ujar pelapor Rabu (01/01/2024)

Pada November 2024 lalu, pelapor mengirimkan surat pengaduan masyarakat (Dumas) yang ditujukan ke Fidsus Kejari Pesawaran. Pelapor menilai bahwa penerimaan gaji oleh perangkat desa tersebut merupakan salah satu bentuk indikasi korupsi desa yang melibatkan kepala desa.  

"Itu salah satu syarat korupsi desa. Mereka wajib mengembalikan gaji karena itu bukan hak mereka," tambah pelapor.  

Pelapor berharap kasus dugaan penggunaan dokumen palsu ini segera dilimpahkan dari Intel Kejari Pesawaran ke Fidsus Kejari Pesawaran, sesuai dengan tujuan pengaduannya. 

"Penanganan kasus ini penting untuk memastikan keadilan dan mencegah penyalahgunaan anggaran desa.  

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Kejari Pesawaran terkait perkembangan kasus ini. (Lasman)

Posting Komentar

0 Komentar