Mediafakta.id,Bandar Lampung-Upaya untuk menangani kenakalan remaja tentunya dengan cara memperkuat pendidikan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) baik di lingkungan masyarakat maupun di lingkungan sekolah.
Penegasan ini diungkapkan oleh Anggota DPRD Kota Bandarlampung Sri Ningsih Djamsari,S.H saat menggelar acara sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) yang dilaksanakan di Kelurahan Sukarame kota Bandarlampung Sabtu (22/02/2025).
Menurut Sri Ningsih,S.H bahwa dengan adanya program Sosialisasi PIP-WK ini bertujuan untuk memberian pemahan nilai nilai pancasila serta membentuk karakter generasi muda agar memiliki nilai-nilai kebangsaan yang kuat serta menjauhi perilaku negatif seperti tawuran, narkoba,dan perundungan.
"Nah,dalam hal ini tentunya tugas dan peran orang tua dan masyarakat juga sangat penting dalam membentuk karakter remaja,"jelasnya.
"Kami dari DPRD Kota Bandarlampung mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawasi dan membimbing anak-anak agar tidak terjerumus dalam tindakan negatif,"tambahnya.
Lebih lanjut Srikandi PDI-Perjuangan menjelaskan bahwa dalam Sosialisasi PIP-WK sengaja mengundang kaula muda generasi Gen-Z karena belakang banyak sekali terjadi kenakalan remaja tawuran, Narkoba bahkan tidak mengenal lagi sopan santun dan bahkan tidak ada lagi sikap toleransi antar sesama.
"Kita dengar bersama belakangan ada kabar di media sosial remaja SMA tauran dan banyak sekali remaja yang terjebak dengan natkotika, tidak ada lagi rasa sopan santun dan lainnya.Hal ini salah satunya adalah karena tidak mengenal lagi ajaran nenek moyang kita Pancasila," ujarnya.
Dirinya menjelaskan bahwa kenakalan remaja yang terkait dengan tauran dan narkoba memang menjadi salah satu masalah sosial yang serius di Indonesia.Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kenakalan remaja ini adalah kurangnya pemahaman dan penghayatan terhadap ideologi Pancasila.
"Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia memiliki lima sila yang dapat menjadi pedoman bagi remaja dalam berperilaku dan mengambil keputusan."Namun, jika remaja tidak mengenal dan memahami Pancasila, maka mereka dapat lebih mudah terpengaruh oleh perilaku negatif seperti tauran dan narkoba," tandasnya.
Diketahui, dalam sosialisasi PIP-WK yang digelar anggota DPRD Bandarlampung Sri Ningsih Djamsari menghadirkan dua narasumber yakni Riyanto kepala SMK BLK dan Hambali, mantan anggota DPRD Bandarlampung.
Dalam paparan narasumber pertama yakni Haryanto memaparkan bahwa, penting bagi generasi muda untuk memiliki kesadaran akan konsekuensi dari setiap tindakan mereka.
"Kami berharap dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat dan para remaja memahami dampak dari kenakalan remaja dan mampu menghindarinya," ujarnya.
Ditambahkan oleh Narasumber lainya yakni mantan anggota DPRD kota Bandar Hambali memaparkan dan menjelaskan pengimplementasian nilai nilai dan norma -norma Pancasila dan Wawasan kebangsaan (ydn).
0 Komentar